Sabtu, 02 Mei 2015

Cita-cita itu penting


Banyak orang takut membuat cita-cita, ia terbelenggu dengan kondisi dirinya, lingkungannya dan orang-orang terdekatnya serta pengalaman hidupnya. Akhirnya ia hidup mengalir begitu saja tanpa cita-cita.

Cita-cita adalah gambaran keinginan bahwa kita nanti akan menjadi seperti apa, mempunyai apa, siapa orang-orang tercinta yang akan mendampingi kita, apa yang akan kita lakukan untuk mereka, punya rumah di mana, pergi kemana, siapa yang akan menjadi kolega kita, dan semua gambaran indah yang kita inginkan di masa yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia itu kita sebut sebagai cita-cita, dalam bahasa Inggris sering disebut dream.

Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah drama situasi diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang barat menyebutnya sebagai dream.

Makin jelas sebuah mimpi makin mudah membayangkan bagaimana cara meraihnya, dan makin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Karena begitu jelasnya sebuah mimpi pada diri seseorang, dia bahkan bisa menggambarkan tahap demi tahap bagaimana cara meraih impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya hingga ahirnya impian itu menjadi kenyataan.

Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas itu dalam dunia professional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.

Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, adalah potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar kalau kita tidak punya cita-cita.

Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam AlQuran disebutkan “Mintalah kepada-Ku(Allah) niscaya Kuperkenan”. Kita tidak pernah berdoa kalau tidak punya kinginan atau cita-cita

Orang-orang sukses punya cita-cita yang jelas.

Setiap manusia punya keinginan, karena keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek atau jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terrencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itu adalah cita-cita.

Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas, aktifitas hidupnya terrencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, terus apa yang harus dilakukan tahun depan, bulan depan, dan minggu depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju kepada sebuah tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.

Sebaliknya orang kebanyakan cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita. Hidup bagi mereka mengalir begitu saja tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depanpun tidak tahu akan melakukan apa, ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.

Kita bisa menjadi seperti apa yang kita cita-citakan.

Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan. Muhammad Rosulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman “Aku mengikuti sangkaan hambaKu, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka oleh Tuhan kita akan dijadikan berhasil.

Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mencita-citakan sesuatu maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi berkaitan dengan keinginan yang kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.

Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka sangat haus, sesampai di dalam rumah sang suami langsung buka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi yang dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil, masih tidak putus asa lalu mencari gunting untuk melubanginya. Apapun diupayakan caranya untuk membuka botol tersebut, namun guntingpun tidak ditemukan, ahirnya pakupun boleh. Ahirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang dicita-citakan.

Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan “ah… bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain, baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.

Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi orang berilmu, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan jalan hidup, kita tinggal membuatnya kemudian percayakan kepada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya. Masalahnya adalah, banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati, tak berarti, tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.

Buatlah cita-cita, percayakan pada Allah

Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah, yakinlah kepadaNya, karena Allah telah berfirman “…siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan “barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.

Wallahu a’lam. (sumber:blog tetangga) 

Senin, 18 Juli 2011

Salam sahabat,

Semoga puisi dari Bung Adhi Massardi ini bisa menginspirasi kita semua.. Maju..Terus Pantang Mundur..!

PUISI: “Negeri Para Bedebah

Sebuah puisi dari Adhie Massardi, “Negeri Para Bedebah”. Dibacakan di depan kantor KPK sebagai bentuk dukungan moral terhadap pejabat-pejabat non aktif KPK yang sedang ditahan oleh Kepolisian.

NEGERI PARA BEDEBAH

Oleh Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
.

Semoga menjadi inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik, mencegah kemungkaran sistematik, menyerukan masyarakat kepada kebajikan-kebajikan, sekuan kesanggupan. [AMW].

Minggu, 11 Januari 2009

Melayani Dengan Hati


Abis baca Reader's Digest nya Warsa (edisi Desember 2008) yang nggak sengaja aku temukan di dekat meja komputer, judulnya "Diskon Yang Mengesankan", penulisnya Agung Nugroho. Inti ceritanya mengisahkan tentang kesan yang mendalam dari sepasang suami istri terhadap pelayanan yang diberikan oleh pegawai salah satu toko sepatu di Jakarta tempat dimana mereka membeli sepasang sepatu. Mereka tidak pernah menyangka akan mendapatkan pelayanan yang begitu super dari seorang pramuniaga biasa, Mbak Dhayu begitu panggilannya.
Begini cuplikannya :

.........Bermula dari hanya berniat untukl cuci mata tapi akhirnya tergoda untuk membeli karena ada tawaran diskon yang lumayan menggiurkan. Singkat cerita setelah melihat-lihat akhirnya istriku ( Ida namaku ) menjatuhkan pilihannya pada sepasang sepatu kasual dan ia minta dibawakan ukuran 37 kepada sang pramuniaga. Mbak Dhayu lantas datang membawakan bukan hanya satu, melainkan tiga pasang sepatu berukuran 37 yang berlainan model. Maksudnya, agar pembeli bisa leluasa memilih sepatu yang dirasa paling cocok. Dari ketiga model yang disodorkan , istriku memilih sepatu krem bermotif bunga-bunga kecil namun sayang ternyata sepatu tersebut ada cacat karena ada noda di ujungnya. Istriku bertanya, "ada yang masih baru ga ?" Wah, sayangnya model ini tinggal satu-satunya. Sebentar ya, Bu, saya coba bersihkan dulu di dalam," kata Dhayu. Ia lantas pergi menenteng sepatu pilihan Ida, dan kembali beberapa menit kemudian dengan wajah menyesal. Ibu, mohon maaf sekali, saya sudah coba bersihkan tapi nodanya tidak hilang. Maaf ya bu. Ibu mau model yang lain barangkali?" "Nggak mau, saya maunya yang itu," jawab ida bersikeras. " Di toko lain ada?"
Sebentar ya Bu. Saya telepon ke cabang toko kami yang lain di mal dekat sini, siapa tahu mereka masih punya stok sepatu ini," jawabnya santun. Dhayu mencoba menelepon tapi ternyata usahanya nihil. "Ibu, mohon maaf sekali ternyata di cabang lainnya juga tidak ada, kata Dhayu.
"Yaaah... kata Ida kecewa. "Iya, sayang sekali Bu...," sahut Dhayu yang nampak tidak kalah menyesal . "Tapi mmm... saya beli aja deh," kata Ida.
Dhayu yang sedang sibuk membereskan kotak-kotak sepatu ternganga kaget. "Hah? Ibu mau? Tapi sepatunya kotor begini, Bu. Ibu tetap mau?" tanyanya heran.
"Nggak apa-apa, deh, Habis saya maunya model yang ini. Lagipula nodanya nggak terlalu keliatan, kok" kata istri saya santai. "Mohon maaf sekali ya, Bu, soalnya ini tinggal satu-satunya," ia tidak dapat menyembunyikan penyesalannya. " Iya, tidak apa-apa, kok" kata Ida.
Semula di awal aku belum terkesan dengan apa yang telah terjadi namun di titik ini aku sangat terkesan dengan kesungguhan Dhayu dalam melayani pembeli. Ia sudah berusaha membersihkan noda, mencarikan ke toko lain, dan nampak bersungguh-sungguh ingin memberikan yang terbaik untuk pembeli. Aku berbisik kepada Ida," Luar biasa pelayanannya. Oke banget. Kita kasih tip, Yuk."

.... demikian beberapa paragrap cuplikan dari kisah tersebut,..
Yang jelas itu belum seberapa dari hal-hal lain yang berkesan yang diberikan oleh Dhayu kepada kami...
Dan yang paling mencengangkan dan mengesankan bagi kami akhirnya adalah ketika kami melakukan pembayaran atas sepatu yang kami tersebut, kami masih diberikan harga diskon oleh Dhayu yang diambil dari fasilitas diskon khusus bagi karyawan yang dimilkinya....
Luar. Biasa... Super sekali....

Untuk lebih jelasnya... bagaimana kisah yang sangat inspiratif ini.... baca aja di Raeder's Digest...Eds. Desember 2008... kalo susah nemunya.. kontak aja mwt or rdw di sahabat cahaya.. tlp. 021-7990672

Salam...
rdw